Arsip Tahunan: 2022

Demokrasi Baliho

Sisa-sisa lebaran yang perlu diperbincangkan satu di antaranya barangkali adalah "baliho". Peralatan politik ini hadir di ruang waktu yang mungkin salah alamat; lebaran. Bukan di momen politik sebagaimana lazimnya. Tetapi sudah sepantasnya begitu, bukankah politik tak boleh absen di setiap momen? Bukankah politik tak boleh alergi terhadap segala sesuatu dan segala keadaan? Bukankah politik cakupannya…
Read more

Ketika Mark Rutte dan Gus Dur Meminta Maaf: Refleksi atas Permintaan Maaf Belanda kepada Indonesia

Mark Rutte, Perdana Menteri Belanda, meminta maaf secara resmi kepada Indonesia atas terjadinya kekerasan struktural selama tahun 1945 hingga 1949. Permintaan maaf tersebut merupakan respons pemerintah Belanda atas dirilisnya hasil penelitian tiga lembaga negara yakni Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-, en Volkenkunde (Institut Riset Negara untuk Studi Asia Tenggara dan Karibia), Nederlands Instituut voor Militaire…
Read more

Nyadran: Mozaik Indonesia dari Desa

Tiap tahun, masyarakat perdesaan di pulau Jawa melakukan Nyadran. Warga melakukan Nyadran atau bersih desa ini supaya mendapatkan keselamatan dari segala bencana. Dalam kebudayaan Jawa Nyadran merupakan upacara daur hidup. Selain Nyadran, terdapat pula ritual grebeg (puasa dan Maulud), tahun baru 1 Syura, dan Lebaran (Sedyawati, 2006). Setiap keluarga serentak dan sukarela menyediakan berbagai makanan…
Read more

Gus Dur, Prasasti, dan Kemanusiaan

Cukup banyak julukan bagi seorang (alm) KH Abdurrahman Wahid—akrab dipanggil Gus Dur. Mulai sebutan kiai yang memang sudah kadung populer karena ia lahir dan besar dari keturunan darah biru pesantren, hingga julukan budayawan, seniman, politikus, sosok humanis, negarawan, dan lain-lain. Terakhir, julukan paling tenar setelah Gus Dur dipanggil Sang Pencipta hingga saat kini, Gus Dur…
Read more