Social Media

Tag: dialog peradaban

Homedialog peradaban

Perjumpaan Gus Dur dengan Daisaku Ikeda, seorang intelektual Buddhis terkemuka asal Jepang yang mengepalai gerakan Soka Gakkai dapat dikatakan merupakan wujud satu dialog antaragama dan antarperadaban yang inspiratif. Percakapan keduanya telah dibukukan dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia (dengan judul Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian) dan Malaysia (dengan judul Hikmah Toleransi: Falsafah …

by View all posts

Jimmy Tam Kok Chian adalah seorang intelektual muda Malaysia sekaligus menjabat sebagai sekretaris divisi Kemahasiswaan dari Soka Gakkai Malaysia. Soka Gakkai Malaysia sendiri adalah bagian dari gerakan Soka Gakkai internasional, sebuah gerakan Buddhis kontemporer yang berpusat di Jepang dan memegang teguh ajaran Buddhisme yang dikembangkan oleh Pendeta Nichiren. Jimmy adalah salah satu akademisi Buddhis Malaysia …

by View all posts

Dialog antara Gus Dur dengan Daisaku Ikeda -presiden ketiga dari gerakan Buddhis kontemporer Jepang: Soka Gakkai- tidak hanya menarik perhatian kalangan akademisi Muslim di wilayah Asia Tenggara saja seperti Osman Bakar, Azizan Baharuddin, dan Imiyaz Yusuf; tetapi juga kalangan akademisi Buddhis seperti Lee Kam Yit. Lee Kam Yit sendiri adalah akademisi dan aktivis muda Buddhis …

by View all posts

Dialog antara Gus Dur dengan Daisaku Ikeda -presiden ketiga dari gerakan Buddhis kontemporer Jepang: Soka Gakkai- tidak hanya menarik perhatian kalangan akademisi Muslim di wilayah Asia Tenggara saja seperti Osman Bakar, Azizan Baharuddin, dan Imiyaz Yusuf; tetapi juga kalangan akademisi Buddhis seperti Lee Kam Yit. Lee Kam Yit sendiri adalah akademisi dan aktivis muda Buddhis …

by View all posts

Sejak publikasi edisi Malaysia dari dialog antara Gus Dur dengan Daisaku Ikeda -Presiden ketiga gerakan Buddhisme Soka Gakkai Internasional yang berpusat di Jepang- yang diberi judul Hikmah Toleransi: Falsafah Kepemurahan dan Keamanan” (2022) dapat dikatakan gagasan Gus Dur mendapatkan respons positif dari berbagai akademisi kenamaan Malaysia. Salah satu akademisi yang menyambut terbitnya karya tersebut adalah …

by View all posts

Penerbitan edisi Malaysia dari dialog Gus Dur dan Ikeda berjudul Hikmah Toleransi: Falsafah Kepemurahan dan Keamanan (2022) dapat dikatakan merangsang diskusi yang lebih luas dari akademisi di Malaysia dan Asia tenggara secara umum terkait pemikiran Gus Dur. Salah satu akademisi yang antusias menyambut ide-ide Gus Dur dan Ikeda dalam buku tersebut adalah Imtiyaz Yusuf. Akademisi …

by View all posts

Ketokohan Gus Dur tidak hanya diakui oleh akademisi Indonesia saja, tetapi juga akademisi Barat maupun Timur. Salah satu akademisi Timur kontemporer yang mengakui ketokohan Gus Dur ialah Osman Bakar, salah seorang filsuf muslim Malaysia sekaligus murid “senior” dari Hossein Nasr yang juga seorang filusuf muslim kenamaan dunia. Rekognisi Osman Bakar terhadap ketokohan Gus Dur dibuktikan …

by View all posts

Salah satu koran Jepang, Seikyo Shimbun (聖教新聞) kembali memuat dialog antara Presiden ke-4 Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan Presiden Kehormatan Sokka Gakkai Internasional, Daisaku Ikeda. Laman koran yang diterbitkan Rabu (25/1/2023) tersebut mengulas kejadian langka pertemuan antara kedua tokoh kenamaan yang memiliki latar sosial, budaya, dan spiritual yang berbeda. Daisaku Ikeda adalah tokoh …

by , View all posts View all posts

Sosok Gus Dur tidak hanya dikenal luas di dalam negeri tetapi juga menarik perhatian masyarakat internasional, tidak terkecuali kalangan akademisi. Maka tidak mengherankan jika sosok semacam Greg Barton misalnya sampai menghasilkan karya biografi tentang sosok Gus Dur berjudul The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid (2002). Selain akademisi Barat macam Barton, nama Gus Dur juga menarik …

by View all posts

Tidaklah berlebihan untuk menyebut Gus Dur sebagai man of dialogue, karena selain meyakini filosofi dialog sebagai fondasi dari anti-otoritarianisme dan juga kemanusiaan, Gus Dur juga secara aktif mempraktikkan filosofi yang ia yakini tersebut. Maka tidak mengherankan jika Gus Dur berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk berupaya membuka ruang-ruang dialog yang sebelumnya dianggap “mustahil”. Sebagai …

by View all posts
  • 1
  • 2