Category: Opini

HomeOpini

Sharym Graham dalam tulisannya Sulawesi’s Fifth Gender telah mengudarkan bahwa dalam masyarakat Bugis-Makassar ada lima gender yang diakui masyarakat. Kelima gender tersebut adalah uruwane (laki-laki), makkunrai (perempuan), calabai (laki-laki transgender), calalai (perempuan transgender), dan bissu. Gender kelima, yakni bissu diistilahkan oleh Graham sebagai meta gender, yaitu gender yang menghimpun empat status sebelumnya. Jauh sebelum penelusuran Graham ini, masyarakat Bugis sejatinya telah …

Sebagai orang yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang heterogen, bagi saya, toleransi tidak sekadar teori yang dipelajari, namun merupakan laku hidup yang sudah dijalani sejak kecil. Interaksi dengan teman-teman non-Muslim dan tetangga non-Muslim tanpa disadari membentuk laku beragama yang ramah kepada sesama manusia tanpa pandang status agamanya. Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), khususnya Pinolosian, memang …

Belum lama ini, sekelompok siswa (yang mau tidak mau harus diakui) beragama Islam di salah satu sekolah yang ada di Bolaang Mongondow Selatan kedapatan menghina simbol agama lain. Kabar ini saya ketahui dari cerita salah seorang guru di sekolah tersebut. Peristiwa semacam ini dapat terjadi dan juga memang sudah pernah terjadi di tempat lain. Tidak …

Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir si Raja Jawa menjanjikan hadiah kepada siapa saja yang berhasil mengalahkan Arya Penangsang, adipati Jipang Panolan yang mengklaim paling berhak atas tahta Demak Bintara. Bagi Arya Penangsang, Jaka Tingkir yang "hanya" menantu sultan Trenggana tidak memiliki hak untuk mewarisi tahta. Hadiah yang dijanjikan itu berupa sebuah kadipaten bernama Pati di …

by

Darurat literasi. Itulah diksi yang sering saya pakai untuk menggambarkan situasi membanjirnya informasi saat pandemi. Malas membaca dan berpikir mengulik sebuah berita juga turut berdampak pada konflik di tengah masyarakat. Ditambah lagi, perbedaan tidak lagi dilihat sebagai hal yang lumrah ketika semua berkehendak untuk memaksa yang lainnya sama. Hari ini media sosial sudah menjadi kebutuhan, …

“Bagaimana itu hukumnya Muslim mendukung zending (baca: misi pengabaran Injil)?” tanya Rabbi Yaakov Baruch di satu momen sarapan di suatu pagi—sembari melempar pandang ke arah saya. Sejenak saya terdiam. Satu sisi—saya belum pernah mengajukan pertanyaan itu sebelumnya, sembari menahan rasa kagetku di dalam dada. “Iya juga ya, apa hukumnya?” gumamku dalam hati. Saya pribadi juga …

“Indonesia ada karena keberagaman,” suatu ketika diungkapkan Presiden RI keempat, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Barangkali tidak berlebihan mengutarakan bahwa hampir semua minoritas agama di Indonesia mengenal Gus Dur, sosok manusia yang semasa hidupnya memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Penulis sebagai pemeluk agama Kristen, yang lahir 24 tahun lalu di Desa Tambelang Minahasa Utara, Sulawesi Utara …

Januari 2020, sebelum pandemi covid-19, saya berkesempatan ziarah ke makam keluarga Ponpes Tebuireng. Salah satu yang menarik bagi saya dalam ziarah waktu itu adalah ketika melihat makam Kiai Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Betapa tidak, jika makam dua tokoh pendahulunya, Kiai Hasyim Asy’ari dan Kiai Wahid Hasyim, adalah makam Pahlawan Nasional, maka makam Gus Dur dikenal …

Beberapa hari yang lalu, saya menghadiri acara Pra KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) di UIN Walisongo Semarang. Acara yang digelar pada 8 Agustus 2022 tersebut tidak hanya dihadiri oleh puluhan ulama perempuan dari berbagai wilayah di Indonesia, tetapi hadir pula para kiai, akademisi, dan aktivis muda lintas komunitas. Ada dua isu besar yang diangkat dalam …

Kemarin, tepatnya pada tanggal 8 Agustus 2022, saya berkesempatan untuk menghadiri salah satu rangkaian acara KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) di UIN Semarang. Ada dua isu yang dibahas dalam acara "Halaqah Pra Musyawarah Keagamaan" KUPI tersebut, yaitu 'Pengelolaan Sampah' dan 'Merawat Kebangsaan'. Isu terakhir itulah yang saya ikuti. Sebuah pengalaman yang cukup berkesan ketika memasuki …