Tag:cerpen Harlah Gus Dur 2026

Serambi yang Tak Pernah Sepi

Oleh: Mukhitul Azam LANGIT Kalisalak turun bersama dingin gunung. Tak jauh dari jalan provinsi, kendaraan melintas menyapu aspal basah sisa hujan sore. Sesekali, klakson bus menghentak tiba-tiba, membuat tanah bergetar, gelas berdenting, dan warga tersentak sejenak sebelum terpejam lagi. Namun, tiap hentakan datang, ada satu…

25 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Malam yang Disepakati

Oleh: Muhammad Hikmal Yazid SETIAP Kamis malam, desa ini seolah sengaja dilarutkan ke dalam asap. Bukan asap dapur yang malas keluar lewat celah genteng, tapi asap keyakinan yang tak pernah tuntas dibahas. Asap itu naik ke udara, lalu turun mengendap ke kepala orang-orang, menjelma menjadi…

24 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Mangkuk di Altar Debu

Oleh: Laurentius Mocca Christeven Babak I Di kota yang namanya telah terhapus dari peta ingatan, udara terasa tebal oleh debu semen dan aroma kepatuhan yang basi. Kalla duduk di balik meja kayu tua yang permukaannya telah terabrasi oleh waktu, memegang pena bulu yang gemetar seperti…

22 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Hari Keempatpuluh

Oleh: Heru Prasetia PEREMPUAN tua itu belum bangun ketika burung bulbul yang bertengger di atap rumahnya tiba-tiba berteriak gelisah. Seorang laki-laki paruh baya, berambut mulai putih, berjanggut agak lebat, mememasuki halaman rumah. Matahari belum tampak, hanya sinarnya yang sudah membuat putih langit sebelah timur. Laki-laki…

20 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Stempel Basah

Oleh: Hari Purnomo SAAT sertifikat diserahkan, Ibu Ratna berbisik pada Pak Wirya, “Pak, poin di sertifikat ini cukup kan untuk masuk SMP Unggulan itu?” Pak Wirya hanya bisa mengangguk pelan. Matahari tumbang di ufuk barat, warnanya merah merona seperti tinta stempel baru. Pak Wirya duduk…

19 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Mengetuk Pintu Langit

Oleh: Hakim Cendikia Samputra PAGI di Ciganjur pada April 2026 beraroma sama seperti dekade sebelumnya: tanah basah, melati, dan teh tubruk kental. Di teras belakang, seorang lelaki tua duduk di kursi jati mengilat dimakan usia. Kakinya diselonjorkan di atas kursi kecil, tangannya menggenggam tablet elektronik.…

17 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Pertanyaan-Pertanyaan Ose

Oleh: Fransiskus Sardi OSE kaget melihat rumah mewah digusur. Beberapa dinding beton dirobohkan. Debu-debu beterbangan menutup langit yang masih siang, tapi terasa seperti sore yang lelah. Sejak awal ia turun di bandara dan menginjakan kakinya di kota istimewa ini, udara terasa begitu pengap. Jalan-jalan raya…

15 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Tuhan di Rumah Kardus

Oleh: Fileski Walidha Tanjung GANG itu sempit, lembab, dan selalu berbau campuran antara air got, asap dapur, dan sabun murahan. Di kanan kiri, berdiri rumah-rumah yang lebih mirip tempelan daripada bangunan, dengan dinding triplek, kardus, dan sisa seng yang sudah berkarat. Orang-orang menyebutnya rumah kardus,…

14 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Malaikat Hutan

Oleh: Farida Novita Rahmah ANGIN dari arah selatan berhembus lirih, membawa bau tanah basah yang baru saja disiram hujan sore. Wangi kenanga jatuh dari halaman keputren, menyusup sampai ke dalam kamar putri seperti bisikan halus yang tak ingin pergi. Malam itu seharusnya menjadi malam terakhir…

12 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Orang-Orang Senewen

Oleh: Fajrul Alfien SEPERTI tetumbuhan yang tahu persis kapan harus berbunga, berbuah, dan berguguran daunnya. Demikian pula Muslim, petani desa yang sejak belia menggarap sepetak sawah peninggalan orang tuanya. Bagi Muslim, sawah adalah dunia kecil. Tak hanya padi yang hidup di sana, rerumputan dan berbagai…

10 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra