Tag:cerpen Harlah Gus Dur 2026

Mengetuk Pintu Langit

Oleh: Hakim Cendikia Samputra PAGI di Ciganjur pada April 2026 beraroma sama seperti dekade sebelumnya: tanah basah, melati, dan teh tubruk kental. Di teras belakang, seorang lelaki tua duduk di kursi jati mengilat dimakan usia. Kakinya diselonjorkan di atas kursi kecil, tangannya menggenggam tablet elektronik.…

17 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Pertanyaan-Pertanyaan Ose

Oleh: Fransiskus Sardi OSE kaget melihat rumah mewah digusur. Beberapa dinding beton dirobohkan. Debu-debu beterbangan menutup langit yang masih siang, tapi terasa seperti sore yang lelah. Sejak awal ia turun di bandara dan menginjakan kakinya di kota istimewa ini, udara terasa begitu pengap. Jalan-jalan raya…

15 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Tuhan di Rumah Kardus

Oleh: Fileski Walidha Tanjung GANG itu sempit, lembab, dan selalu berbau campuran antara air got, asap dapur, dan sabun murahan. Di kanan kiri, berdiri rumah-rumah yang lebih mirip tempelan daripada bangunan, dengan dinding triplek, kardus, dan sisa seng yang sudah berkarat. Orang-orang menyebutnya rumah kardus,…

14 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Malaikat Hutan

Oleh: Farida Novita Rahmah ANGIN dari arah selatan berhembus lirih, membawa bau tanah basah yang baru saja disiram hujan sore. Wangi kenanga jatuh dari halaman keputren, menyusup sampai ke dalam kamar putri seperti bisikan halus yang tak ingin pergi. Malam itu seharusnya menjadi malam terakhir…

12 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Orang-Orang Senewen

Oleh: Fajrul Alfien SEPERTI tetumbuhan yang tahu persis kapan harus berbunga, berbuah, dan berguguran daunnya. Demikian pula Muslim, petani desa yang sejak belia menggarap sepetak sawah peninggalan orang tuanya. Bagi Muslim, sawah adalah dunia kecil. Tak hanya padi yang hidup di sana, rerumputan dan berbagai…

10 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Tidak Harus Sempurna

Oleh: Dini Rusmiati DI dunia yang sering memoles kebenaran agar terlihat nyaman, kejujuran menjadi sesuatu yang mahal, bahkan sangat berisiko. Namun, bagi presiden ke-4 Indonesia, jujur bukan pilihan yang dinegosiasikan. Ia adalah sikap hidup. Sebuah keberanian untuk tetap berkata benar, bahkan ketika dunia tidak siap…

09 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Kala Retak

Oleh: Bilqis Fitria Salsabiela “BEGINI salah begitu salah, diam salah sedikit atau banyak berbicara juga salah, mengapa semua menjadi serba salah?” jerit Kanya dalam hati mengeluhkan pekerjaan dan lingkungan kerjanya yang sangat rumit itu. Mungkin ia pernah melakukan kesalahan, tapi mengapa selalu nampak ia yang…

08 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Pulang Kampung

Oleh: Ayu Lestari AKU lahir dan tumbuh di Desa Tandes, sebuah kampung kecil di sudut kota yang jauh akan asap rokok. Desa itu sangat sejuk. Setiap deretan rumah tetanggaku memiliki tanaman rambat dan buah-buahan seperti mandevilla, sirih gading, air mata pengantin, dan pohon pepaya. Kata…

06 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Najis

Oleh: Akhmad Vaiz Vadlly Robby LANGIT di atas Desa Karangwungu tidak pernah benar-benar pulih sejak tanah longsor melumat separuh kampung itu empat tahun silam. Setiap kali mendung bergelayut rendah di atas punggung bukit, orang-orang tua masih menekan dada, menahan kecemasan yang tak bernama. Trauma, kata…

05 Aug 2026 4:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Cuci Tangan

Oleh: Ainun Maghfiroh “NUN, aku akan membersihkan lantai, meja, kursi, dinding, keset, dengan tanah. Semua yang tersentuh oleh Mis, hukumnya najis!” ucap Zak, kepada istrinya. “Apalah isi dalam batok kepalamu? Kamu lebih suci dari Mis? Hey Zak, kamu suka membunuh lalat yang sedang mencari rezeki.…

04 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra