Merawat Nalar Kritis Demokrasi lewat Konfigurasi Sastra, Agama, dan Politik
YOGYAKARTA - Dalam panggung politik modern yang kian pragmatis, kekuasaan kerap kali direduksi menjadi sekadar kalkulasi angka, kompromi elitis, dan transaksi kepentingan sesaat. Ketika naluri kekuasaan cenderung mengorbankan hak-hak sipil demi stabilitas, ruang bagi moralitas, keagamaan, dan kedalaman jiwa kemanusiaan mendadak terdesak ke pinggir. Gagasan…









