Category: Opini

HomeOpini

Ketika berbicara tentang pembebasan, dua nama besar yang muncul dalam sejarah bangsa ini adalah Pramoedya Ananta Toer dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Keduanya, meskipun berasal dari latar belakang berbeda—Pram sebagai penulis dan Gus Dur sebagai kiai serta pemimpin bangsa—berbagi satu semangat: melawan ketidakadilan dan memperjuangkan kemanusiaan. Pada momentum menjelang seabad Pramoedya (lahir 6 Februari …

Kemarin sore (9/1) seakan saya tertampar oleh seorang penjual gorengan yang biasa berjualan di samping musala Baitus Salam, area pesantren yang saya kelola. Pak Sobirin namanya. Kala itu ada pesanan wajan penggoreng yang masuk di hape istri saya. Lalu, dia meminta saya untuk menemaninya, mengantar ke rumah Pak Sobirin. Sudah setahun lebih tidak pernah terlihat …

"Every disaster movie begins with a scientist being ignored." - Neil deGrasse Tyson Dulu saya mengira pernyataan ini hanya terjadi di film-film Hollywood. Sebut saja The Day After Tomorrow (2004), 2012 (2009), Contagion (2011), atau Don’t Look Up (2021) yang dikemas dengan satire dan lucu. Film-film itu mempunyai benang merah yang sama: sekelompok ilmuwan memperingati …

Ketika perayaan Haul Gus Dur Ke-15 di Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, putri kedua KH Abdurrahman Wahid, Hj Zannuba Ariffah Chafsoh, yang akrab disapa dengan panggilan Yenny Wahid mengatakan: “Jika Gus Dur masih ada, saya yakin beliau akan berdiri bersama rakyat kecil dan mengatakan, ‘Hentikan rencana ini. Prioritaskan kesejahteraan rakyat, bukan hanya angka-angka di atas …

Era digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Kemudahan akses informasi dan komunikasi telah menciptakan ruang publik yang lebih luas dan kompleks. Namun, hal ini juga menimbulkan tantangan baru, seperti meningkatnya konflik dan perbedaan pendapat. Di sinilah pemikiran Gus Dur (1939-2009), presiden keempat Indonesia, menjadi relevan. Pemikirannya tentang toleransi, kebhinekaan, dan demokrasi dapat menjadi …

Dua hari yang lalu saya membaca tulisan Gus Dur di buku Gus Dur Bertutur. Tiba-tiba ingin membaca tulisan “Dialog Model Berjualan Kecap” yang ada di dalamnya. Isinya bagus, kritik Gus Dur terhadap dialog antaragama yang semu, saat Gus Dur di Beijing.  Dialog antaragama memang sering kali sekadar formalitas belaka, tidak ada keseriusan untuk menyelesaikan problem …

Tahun baru sangat identik dengan resolusi. Saya tidak tahu siapa yang pertama kali menghembuskan narasi itu. Bagi saya, tahun baru hanyalah perubahan kalender sebagai penanda waktu yang terus berjalan, dan ternyata kita makin tua saja. Tapi menarik juga ide itu. Saya sendiri punya niatan untuk menuangkannya dengan menulis kejadian terdekat, yang saya alami. Untuk sekadar …

Saya sedang membaca buku biografi Gus Dur tulisan Greg Barton. Beberapa ‘fakta baru’ saya dapatkan dalam buku itu, seperti fakta bahwa Gus Dur pernah menjadi anggota MPR, bahwa kedekatannya dengan Jenderal Benny Moerdani bukanlah persahabatan melainkan hanya karena saling menguntungkan, atau bahwa Gus Dur pernah bermalam beberapa kali di sel tahanan karena aktivismenya yang membuat …

Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo melontarkan pernyataan yang bikin heboh: beliau bersedia memaafkan koruptor asalkan mereka mengembalikan uang hasil korupsinya, entah secara terang-terangan atau diam-diam. Dalam sekejap, pernyataan ini memicu perdebatan di berbagai ruang, dari warung kopi hingga media sosial. Ada yang menganggap langkah ini bijak dan pragmatis, ada pula yang menyebutnya sebagai sinyal kelemahan …

Di GUSDURian, kita tidak diajarkan untuk menilai, tapi menjaga nilai-nilai. Toleransi acap kali dipahami sebagai “membiarkan perbedaan.” Pandangan ini, meskipun sudah tepat nan penting, masih terasa setengah hati, terutama dalam konteks komunikasi lintas iman. Bagi Rama Yoseph Nugroho Tri Sumartono, Pr., seorang pastor di Gereja Katolik Santa Maria Assumpta di Gamping, misalnya, pendekatan ini tidak …

by