Category: Opini

HomeOpini

Rentetan banjir besar dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir kembali menelan korban jiwa. Ratusan orang meninggal dunia. Ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di pengungsian. Bencana ini tidak lagi bisa dibaca semata sebagai peristiwa alam. Fakta di lapangan menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola …

Ada ironi memalukan yang selalu terjadi dalam sistem penegakan hukum di negara kita yaitu negara menjual hukum sebagai simbol moral, bukan sebagai alat perlindungan nyata. Hal ini terlihat terang ketika pemerintah melalui aparatnya berkali-kali melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyat yang berusaha melindungi tanah mereka dari ekspansi perkebunan sawit dan tambang. Hukum lingkungan di Indonesia hanya …

Dalam sejarah politik Indonesia, sedikit sekali tokoh yang meninggalkan jejak moral setegas Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia tidak hanya dikenal sebagai presiden, pemimpin NU, atau cendekiawan Muslim; lebih jauh dari itu, Gus Dur adalah representasi langka dari etika politik yang tidak lekang ditelan rezim, kekuasaan, atau retorika. Politik, di tangan Gus Dur, berubah dari …

“Perpustakaan adalah tempat untuk memenuhi dahaga ilmu pengetahuan.” Jika direnungkan lebih dalam, kalimat tersebut menyimpan makna filosofis, sosial, dan kultural yang sangat kuat. Kalimat Gus Dur tersebut tidak sekadar berbicara tentang bangunan penuh rak dan buku, melainkan tentang relasi manusia dengan pengetahuan, tentang kebutuhan batin manusia untuk memahami dunia, dan tentang peradaban yang tumbuh atau …

Tanggal 27 November, aku menerima sebuah undangan. Nama acaranya cukup membuatku berhenti sejenak, Halaqah Kubra Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), diadakan pada 12–14 Desember di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Alih-alih merasa bangga, reaksi pertama yang muncul adalah keraguan. Istilah ulama terasa sangat besar, terlalu mapan, dan sejujurnya, terasa jauh dari cara aku melihat diriku sendiri.  …

Kegaduhan politik dan krisis moral keteladanan akhir-akhir ini menjadi makanan yang paling banyak dikonsumsi publik. Dengan itu, memori tentang Gus Dur hadir memberi kesejukan yang jarang kita temui. Setiap kali ada kebijakan yang merugikan rakyat kecil, setiap kali aparat bertindak represif, dan setiap kali hukum kehilangan keberanian moral, nama Gus Dur selalu disebut—bukan hanya romantisme …

Pegunungan Kendeng adalah salah satu contoh paling jelas tentang bagaimana negara dan industri menyederhanakan alam menjadi sekadar “aset ekonomi”. Dalam dokumen proyek, gunung karst ditulis sebagai “batu kapur” yang dapat ditambang untuk memenuhi kebutuhan semen nasional. Padahal, karst bukan sekadar batu; ia adalah struktur ekologis yang menyimpan air dan menopang kehidupan. Namun, pengambilan keputusan sering …

Kamis sore itu, anak-anak terlihat riang gembira bermain di setiap sudut halaman. Ada yang sibuk menyusun puzzle, ada yang berayun sambil tertawa, sementara yang lain menggambar atau belajar berhitung bersama ‘kakak pengajar’. Pada hari itu, mereka tak hanya belajar pengetahuan umum seperti Matematika dan Bahasa Inggris, tetapi juga diperkenalkan pada tokoh-tokoh pahlawan perempuan Indonesia, sebuah …

Barangkali kita sudah terlalu terbiasa melafalkan "bencana" sebagai nama lain dari "takdir". Di penghujung tahun 2025 ini, ketika langit Sumatera seolah runtuh dan menumpahkan segala amarahnya, kita kembali diajak—atau lebih tepatnya dipaksa—untuk menyaksikan parade duka yang panjang dan melelahkan. Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat; tiga titik di peta yang kini basah oleh lumpur pekat …

Hujan merupakan sebuah rahmat yang Tuhan turunkan untuk membawa keberkahan dan manfaat bagi semua, untuk manusia, hewan, pepohonan, dan seluruh penghuni bumi di dalamnya. Namun, tampaknya hari-hari belakangan, kita kerap diselimuti kekhawatiran saat datangnya awan gelap. Tetes air dari langit yang seharusnya membawa keberkahan, justru datang meninggalkan jejak luka dalam bagi alam dan kita, manusia …