Tag: lingkungan

Homelingkungan

Dunia hari ini menghadapi krisis lingkungan yang semakin serius. Kerusakan hutan, pencemaran laut, perubahan iklim, dan punahnya keanekaragaman hayati terjadi hampir di semua wilayah. Indonesia sendiri kehilangan ratusan ribu hektar hutan setiap tahun, sementara ekosistem pesisir dan laut mengalami degradasi akibat eksploitasi berlebihan, limbah, dan praktik pembangunan yang tidak berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh …

Bencana alam di banyak tempat, khususnya banjir di tiga provinsi di Sumatera, mendorong kesadaran warga bahwa alam kita sudah benar-benar rusak oleh kerakusan industri dan pengambil kebijakan di negeri ini. Rasanya sulit menangkis narasi ini, bahkan dengan buzzer sekalipun. Saya percaya hal itu disebabkan oleh begitu nyatanya pengalaman yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Aceh, …

Di tengah kian sesaknya dunia dakwah yang beralih rupa menjadi papan iklan, penuh bangunan megah, proposal pembiayaan, dan kompetisi popularitas, ada sebuah pesantren kecil di Cigugur, Garut, yang memilih berjalan ke arah sebaliknya. Pesantren Ekologi Ath-Thaariq berdiri tanpa kubah raksasa, tanpa pagar besar, tanpa program prestise yang membebani santri. Yang ada hanyalah kebun, sawah, kolam …

Rentetan banjir besar dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir kembali menelan korban jiwa. Ratusan orang meninggal dunia. Ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di pengungsian. Bencana ini tidak lagi bisa dibaca semata sebagai peristiwa alam. Fakta di lapangan menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola …

Ada ironi memalukan yang selalu terjadi dalam sistem penegakan hukum di negara kita yaitu negara menjual hukum sebagai simbol moral, bukan sebagai alat perlindungan nyata. Hal ini terlihat terang ketika pemerintah melalui aparatnya berkali-kali melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyat yang berusaha melindungi tanah mereka dari ekspansi perkebunan sawit dan tambang. Hukum lingkungan di Indonesia hanya …

Barangkali kita sudah terlalu terbiasa melafalkan "bencana" sebagai nama lain dari "takdir". Di penghujung tahun 2025 ini, ketika langit Sumatera seolah runtuh dan menumpahkan segala amarahnya, kita kembali diajak—atau lebih tepatnya dipaksa—untuk menyaksikan parade duka yang panjang dan melelahkan. Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat; tiga titik di peta yang kini basah oleh lumpur pekat …

Hujan merupakan sebuah rahmat yang Tuhan turunkan untuk membawa keberkahan dan manfaat bagi semua, untuk manusia, hewan, pepohonan, dan seluruh penghuni bumi di dalamnya. Namun, tampaknya hari-hari belakangan, kita kerap diselimuti kekhawatiran saat datangnya awan gelap. Tetes air dari langit yang seharusnya membawa keberkahan, justru datang meninggalkan jejak luka dalam bagi alam dan kita, manusia …

Indonesia kembali berduka. Banjir bandang dan longsor menyapu wilayah Sumatera, menelan korban jiwa, menghancurkan ribuan rumah, memutus akses, dan melumpuhkan infrastruktur dasar. Namun, menyebut semua ini semata sebagai “bencana alam” adalah bentuk penyangkalan kolektif. Hujan ekstrem hanyalah pemicu; penyebab sejatinya adalah kerusakan ekologis yang kita izinkan, rawat, dan bahkan legitimasi atas namanya: pembangunan. Guru Besar …

Krisis lingkungan di negara Indonesia akhir-akhir ini bukan lagi persoalan sepele yang harus dipandang “sebelah mata”. Pasalnya, mayoritas masyarakat masih belum menyadari arti penting dalam merawat alam dan lingkungan. Padahal, alam dan lingkungan merupakan keluarga terdekat kita di dunia ini. Kehadirannya bukan untuk dijauhi tetapi untuk didekati dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Kesadaran dalam merawat, menjaga, …

“Hampir tidak ada gunanya menggambarkan gejala-gejala krisis ekologis tanpa mengakui akarnya adalah manusia.”Kalimat di atas ditulis Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’. Ensiklik merupakan surat edaran yang ditulis Paus dan ditujukan kepada para uskup, umat Katolik, dan manusia di seluruh dunia. Ensiklik Laudato Si’ sendiri menyoroti kerusakan bumi yang semakin memprihatinkan. Parahnya, kita terlalu sering …