Category: Opini

HomeOpini

Dulu, saat masih sekolah, makanan saya sederhana, tapi cukup bikin kenyang. Sup bening, tongkol kalau sedang beruntung, tahu-tempe, sambal, dan nasi hangat. Minumnya? Air PDAM yang sudah direbus ibu. Kalau ibu telat masak atau sedang sibuk, biasanya saya dibekali uang jajan lebih untuk makan di warung depan sekolah. Tahun itu, 500 rupiah cukup buat beli …

Tahun ini genap sembilan tahun saya merantau di Jakarta. Meski belum terlalu lama, saya cukup menyaksikan perubahan signifikan di ibu kota tercinta ini, terutama dalam hal transportasi publik. Ketika pertama kali tiba pada 2016, pilihan transportasi umum masih sebatas: angkot, bus Transjakarta, dan KRL. Kini, deretannya bertambah—MRT, LRT, hingga mikrotrans turut hadir. Penambahan ini demi …

Sejak terpilihnya Dedi Mulyadi yang kerap dipanggil KDM (Kang Dedi Mulyadi) sebagai Gubernur Jawa Barat, dia semakin terkenal karena dianggap menampilkan gaya kepemimpinan yang merakyat, yaitu gaya blusukan dengan cara terus berkeliling mengunjungi warga.  Apalagi berkat konten-konten yang berisi kegiatan KDM selama seharian penuh membuat dirinya semakin populer. Bahkan “Bocor Alus” Tempo secara khusus mengulas …

“Dalam semua acara penting, salah satu hal yang pasti jadi perhatian adalah makanan, termasuk gaya makan.” Pada 27 Januari 2025 lalu, saya menghadiri undangan open house pentahbisan Uskup Keuskupan Surabaya. Setelah kurang lebih 15 bulan posisi tersebut kosong, akhirnya Paus Fransiskus menetapkan Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo atau Mo Dik sebagai uskup terbaru. Meskipun bukan …

Pada hari Sabtu 17 Mei 2025, saat raga masih enggan berjaga, saya harus bangun dari tidur yang lelap. Jam 04:40 alarm dari HP android yang sudah berusia tujuh tahun berdering, membangunkan saya dari tidur panjang pasca-merayakan kemenangan Barcelona di Liga Spanyol. Hari ini (17/05) saya ikut kegiatan bersih-bersih pantai bersama Komunitas Sega Mubeng Kotabaru di …

“Aku memberitakan kepadamu, sukacita yang besar, kita memiliki seorang Paus, Yang Mulia, Hamba Tuhan, Kardinal Robert Francis Prevost, yang memilih Leo XIV sebagai nama kepausannya,” demikian suara Protodiakon Kardinal Dominique Mamberti yang muncul dari balkon Basilika Santo Petrus, disambut gemuruh sukacita umat di lapangan Santo Petrus. Umat Katolik dunia resmi memiliki seorang Paus baru, pada …

Isu ekologi kini menjadi sorotan utama, tidak hanya bagi lembaga-lembaga yang peduli terhadap keberlanjutan ekologi, tetapi juga masyarakat umum. Bagi mereka, dampak perubahan iklim, seperti cuaca ekstrem, banjir, dan musim yang tak menentu, memaksa manusia untuk segera menyadari bahwa kondisi alam saat ini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Kendati suasana dan realitas semacam ini …

Tahun politik telah kita lalui dengan segala hiruk-pikuknya. Namun setelah para pemimpin dan wakil rakyat duduk di singgasananya, apakah masyarakat benar-benar memahami proses politik yang mereka ikuti? Jika literasi politik hanya diposisikan sebagai milik mahasiswa, maka kita sedang membatasi pemahaman publik hanya pada ruang-ruang akademik yang sempit. Membatasi literasi politik hanya pada kalangan intelektual sama …

Kata 'pintar' itu sendiri seharusnya netral. Lantas, mengapa sekarang jadi kambing hitam? "Pembangunan tidak hanya dilihat dari sisi fisik tetapi juga dari pembangunan sumber daya manusia." Demikian tutur Alm. Prof. B.J. Habibie dalam bukunya Detik-Detik yang Menentukan. Di situ tersirat bahwa kemajuan bangsa bergerak linear dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Saat Kepintaran Diubah Jadi …

“Sudahkah kita beragama?” Itulah pertanyaan pengantar untuk menelusuri jejak religiusitas bangsa Indonesia hari ini. Pertautan antara paskah, idulfitri dan nyepi tidak dimaksudkan untuk mengeksklusikan ketiga kelompok agama yang sedang dan akan merayakan hari besarnya dari kelompok agama lain. Tidak. Kebetulan ketiga hari raya ini dirayakan dalam waktu yang hampir bersamaan pada tahun ini. Penyebutan ketiga …