Archive:December 2024

Cahaya Dari Tanah Tebu Penerang Kalabendu

Tanah dan air menyaksikanKelahiran cahayaYang kelak melahirkan jutaan pertanyaanDari tukang becak, penjual es, petani, kiai, nelayanHingga manusia-manusia Senayan Cahaya itu…..,Juga terlahir dari cahayaYang telah terlebih dahuluMenyinari jagat raya Cahaya yang tidak bersinar mandiriBersinar bersamaZat yang ada di balik cahayaJika kealpaan yang menimpanyaMaka zat di balik…

31 Dec 2024 1:05 WIB·by Yogi Abdul Gofur· In Sastra

15 Tahun Gus Dur Berpulang, Apa yang Kita Punya Sekarang?

Saya sedang membaca buku biografi Gus Dur tulisan Greg Barton. Beberapa ‘fakta baru’ saya dapatkan dalam buku itu, seperti fakta bahwa Gus Dur pernah menjadi anggota MPR, bahwa kedekatannya dengan Jenderal Benny Moerdani bukanlah persahabatan melainkan hanya karena saling menguntungkan, atau bahwa Gus Dur pernah…

30 Dec 2024 11:04 WIB·by Mohammad Pandu· In Opini

Memaafkan Koruptor: Bijak atau Permisif?

Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo melontarkan pernyataan yang bikin heboh: beliau bersedia memaafkan koruptor asalkan mereka mengembalikan uang hasil korupsinya, entah secara terang-terangan atau diam-diam. Dalam sekejap, pernyataan ini memicu perdebatan di berbagai ruang, dari warung kopi hingga media sosial. Ada yang menganggap langkah ini…

30 Dec 2024 8:33 WIB·by Choirul Anam· In Opini

Saling Paham, Saling Menguatkan: Dialog Lintas Iman Menjawab Tantangan Zaman

Di GUSDURian, kita tidak diajarkan untuk menilai, tapi menjaga nilai-nilai. Toleransi acap kali dipahami sebagai “membiarkan perbedaan.” Pandangan ini, meskipun sudah tepat nan penting, masih terasa setengah hati, terutama dalam konteks komunikasi lintas iman. Bagi Rama Yoseph Nugroho Tri Sumartono, Pr., seorang pastor di Gereja…

30 Dec 2024 7:06 WIB·by Mahéng· In Opini

Perjalanan Peran Serta untuk Setara

“Perempuan dan laki-laki harus diberi kesempatan yang sama. Tidak ada yang lebih rendah, tidak ada yang lebih tinggi. Keduanya berperan sama pentingnya dalam membangun kehidupan yang adil dan sejahtera karena perempuan bukan konco wingking (teman di belakang: dapur, kasur, sumur). Semua orang berhak mendapatkan kesetaraan,…

29 Dec 2024 2:34 WIB·by Isti Toq'ah· In Opini

Gus Dur, Natal, dan Kebangsaan

Gus Dur. Seorang ulama dan pemikir kebhinekaan. Pemikirannya luas tiada batas. Sulit ditebak. Nyeleneh apalagi. Ia simbol pluralisme, simbol keberagaman agama di Indonesia. Karenanya, ia sering melontarkan kritik klaim sepihak agama atas kebenaran ajaran dan Tuhan. Begitu juga soal Natal. Umumnya, di Indonesia umat Nasrani…

27 Dec 2024 13:25 WIB·by Fahrul Anam· In Opini