Es Lilin
Oleh: Poppy Trisnayanti DENGAN kaki sedikit gemetaran, anak lelaki sembilan tahun itu mendekati empat sebayanya yang sedang berjongkok dekat parit. Kedua saku celananya basah dan semakin dekat dengan keempat sebayanya itu ia makin tersenyum lebar. “Ssst.... Yohan.... Yohan....” bisik keempat sebayanya itu sambil saling menyikut…







