Category: Opini

HomeOpini

Memayu Hayuning Bawana adalah motto dari Paguyuban Cahya Buwana Srandil, sebuah filosofi atau nilai luhur tentang kehidupan budaya masyarakat Jawa. Memayu hayuning bawana apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti memperindah atau mempercantik keindahan dunia. Orang Jawa memandang konsep ini tidak hanya sebagai falsafah hidup, tetapi juga sebagai budi pekerti dan perilaku. Sebuah konsep kosmologi Jawa …

“Pengetahuan akan memberimu kekuatan, tetapi karakter memberimu kehormatan.” Bruce Lee Oppenheimer adalah seorang manusia yang dititipkan api oleh Prometheus itu sendiri. Mungkin saya harus mengawali tulisan ini dengan kata itu. Sebab saya telah membaca beberapa review tentang film besutan Christopher Nolan yang terlalu mengglorifikasi dirinya, bahkan karakter di filmnya. Namun, hal yang ingin saya bahas …

Indonesia bukanlah negara agama dan bukan negara sekuler. Sebutan Indonesia adalah sebagai religious nation state atau negara kebangsaan yang berketuhanan. Artinya, setiap warga negara Indonesia memiliki agama sesuai Pancasila sila yang pertama. Hasil survei “The Global God Divide” dari Pew Research Center (Amerika Serikat) tahun 2020 menyatakan Indonesia berada di peringkat teratas sebagai negara paling …

Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan adanya berita pertemuan kelompok LGBT se-Asean di Jakarta pada tanggal 17-21 Juli 2023. Merebaknya isu pertemuan kelompok LGBT ini menimbulkan reaksi yang begitu massif dari berbagai pihak, sebab dianggap sebagai suatu bentuk penyimpangan sosial yang tidak sesuai dengan budaya dan kultur masyarakat, khususnya Indonesia. Kelompok LGBT merupakan entitas …

Suatu ketika, Gus Dur mengunjungi salah satu dusun di kaki Gunung Merapi, Yogyakarta. Namun sayang, ia tidak sempat berjumpa dengan putrinya, Alissa Wahid yang sedang melaksanakan praktik Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lokasi tersebut. Meski pihak tuan rumah telah menawarkan diri untuk mencarinya dengan alasan putri sulungnya itu berada tak jauh dari lokasi Gus Dur …

“Ledakan penduduk tanpa mutu penduduk, adalah azab.” Prie GS Tulisan ini bukan untuk mendukung ataupun menolak konsep childfree yang beberapa waktu lalu ramai, melainkan lebih ingin mengajak pembaca untuk sedikit berpikir apakah mayoritas publik tetap mendukung childfree ketika dihadapkan dengan fakta bahwa pasangan atau seseorang tidak dapat membesarkan anak dengan kualitas baik? Ada berapa banyak …

Selama ini kita beranggapan bahwa orang yang komitmen beragama akan mewujudkan kebaikan moral. Moral dianggap tidak pernah ada tanpa agama. Kedua asumsi ini perlu dicek kembali. Faktanya, moralitas keagamaan dapat berubah dan fleksibel. Perubahan moralitas dapat ditentukan oleh faktor budaya yang mengitari kehidupan seseorang. Bahkan bisa dikatakan seorang ateis pun juga memiliki moralitas. Dua orang …

“Ya ampun, Nok, malem-malem kok masih keluyuran. Apa tidak takut hamil?” …. Menjadi perempuan selalu saja dikaitkan dengan perannya dalam dunia domestik. Seakan kita tidak cukup layak untuk bergerak dalam ranah sosial lainnya. Kita dituntut untuk tidak melakukan serangkaian hal dari A sampai Z dengan alasan untuk kebaikan dan menjaga harga diri yang mengakibatkan keterbatasan ruang …

Dialog antara Gus Dur dengan Daisaku Ikeda -presiden ketiga dari gerakan Buddhis kontemporer Jepang: Soka Gakkai- tidak hanya menarik perhatian kalangan akademisi Muslim di wilayah Asia Tenggara saja seperti Osman Bakar, Azizan Baharuddin, dan Imiyaz Yusuf; tetapi juga kalangan akademisi Buddhis seperti Lee Kam Yit. Lee Kam Yit sendiri adalah akademisi dan aktivis muda Buddhis …

Dialog antara Gus Dur dengan Daisaku Ikeda -presiden ketiga dari gerakan Buddhis kontemporer Jepang: Soka Gakkai- tidak hanya menarik perhatian kalangan akademisi Muslim di wilayah Asia Tenggara saja seperti Osman Bakar, Azizan Baharuddin, dan Imiyaz Yusuf; tetapi juga kalangan akademisi Buddhis seperti Lee Kam Yit. Lee Kam Yit sendiri adalah akademisi dan aktivis muda Buddhis …